—(•·÷[ (Raka Wiryawan ) ]÷·•)—

(`[¤* ( Bersama dan Saling Berbagi ) *¤]

Forums

Post Reply
Forum Home > Catatan Kenangan Gusdur > Pengurus Kelenteng: "Gus Dur Bapak Budaya"

Raka Wiryawan
Site Owner
Posts: 139


Pengurus Kelenteng: "Gus Dur Bapak Budaya"

BANJARMASIN, KOMPAS.com--Pengurus Kelenteng Tri Dharma Suci Nurani Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel) mengaku sangat kehilangan dengan wafatnya mantan Presiden Abdurrahman Wahid yang biasa disapa Gus Dur pada Rabu (30/12

"Kami sangat kehilangan dengan wafatnya Gus Dur, beliau adalah bapak budaya," kata pengurus tempat ibadah Tri Dharma (TITD) Suci Nurani Banjarmasin, Tiono Husin Kamis.

Menurut Tiono, Gus Dur adalah sosok yang sangat berjasa terhadap diakuinya keberadaan umat Kong Hu Cu di Indonesia.

Setelah Gus Dur menjadi presiden, kata dia, umat Kong Hu Cu bisa dengan leluasa mengembangkan budaya seperti Barongsae dan lainnya tanpa harus dihantui rasa takut.

Sebelumnya, kata Tiono yang dibenarkan oleh pengurus lainnya, jangankan untuk memainkan kesenian Barongsae secara terbuka, untuk melakukan perbaikan kelenteng saja sulit.

Dulu, kata dia, pihaknya hanya bisa memainkan kesenian Barongsae di dalam gedung, tidak berani turun ke jalan seperti yang terjadi saat ini.

"Wajah dan kulit kita memang berbeda dengan warga Banjar dan lainnya di Kalsel, tetapi kami lahir dan besar di sini, sehingga kita juga bebas melakukan kepercayaan kami," katanya.

Kebebasan tersebut, kata dia, didapatkan setelah Gus Dur menjadi presiden. Umat kami bebas melakukan kegiatan budaya maupun keagamaan secara terbuka.

Bahkan kata dia, karena Gus Dur juga kini tidak ada lagi sekat atau perbedaan antara warga Tionghoa dengan warga Banjarmasin.

"Pada bulan puasa beberapa tahun lalu, istri Gus Dur ibu Shinta Nuriah melakukan sahur bersama di halaman Kelenteng ini," katanya.

Menghormati kepergian Gus Dur, kata Tiono, dia akan mengundang umatnya untuk melakukan doa bersama di Kelenteng dalam waktu satu hingga dua hari ini.

Doa kami tambahnya, adalah wujud dari pernyataan kesedihan mendalam atas kepergian tokoh yang acap disapa Gus Dur itu.

Gus Dur dinilai sebagai tokoh langka dalam segala hal, terutama soal konsistensinya terhadap pluralitas dan nasib kaum minoritas di Indonesia.

Bapak bangsa itu, wafat Rabu (30/12) pukul 18:45 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dan dimakamkan di makam keluarga Jombang.

sumber :


 

--


May 16, 2011 at 12:08 PM Flag Quote & Reply

You must login to post.

Recent Videos

265 views - 0 comments
512 views - 0 comments